Pemkot Jogja Ancam Tutup Lesehan di Kawasan Malioboro yang Nuthuk Harga

0
1418
Foto : kumparan.com

KOTAJOGJA.COM – Pemkot Jogja mengaku akan menindaklanjuti perihal keluhan wisatawan terhadap harga pecel lele di Malioboro yang viral di media sosial. Pemkot saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk bisa segera menindak tegas sesuai dengan kesepakatan PKL di Malioboro.

“Kami masih telusuri dan mencari tahu pedagangnya siapa. Tolong yang tahu dimana membeli dan kapan terjadi bisa diinfokan ke Pemkot. Sebab jika itu benar, maka sanksinya jelas dan tegas, yaitu ditutup selamanya,” kata Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, dikonfirmasi Rabu (26/5/2021).

Sesuai dengan kesepakatan di internal komunitas Malioboro, pedagang harus menampilkan daftar harga. Hal itu bertujuan agar pembeli bisa melihat dan menjadi patokan bagi pembeli. “Masih normal tidak, masih mampu membeli tidak dengan harga yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Sebelumnya, telah viral di beberapa platform medsos yang diawali dari akun tiktok @aulroket. Akun tersebut membagikan keluhan salah seorang wisatawan yang mengaku harus membayar Rp20.000 untuk pecel lele dan Rp7.000 ribu untuk nasi. Kemudian si wisatawan mau menambah lalapan sama sambal harus membayar Rp10.000.

Berita lebih lengkap : https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2021/05/26/510/1072758/pemkot-jogja-ancam-tutup-lesehan-di-kawasan-malioboro-yang-nuthuk-harga

Baca Juga:  Warga Bantul kirim Bunga sebagai Dukungan untuk Tenaga Medis Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here