Follow � JOGJA
Login
Lupa Password ?
Wisata
Wisata > Desa Wisata > Dusun Bobung

Dusun Bobung

Lokasi: Dsn Bobung, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DIY
"Potensi Lokal di Raut Wajah Sang Topeng"

Dusun Bobung

Sering kita mendengar pepatah lama bahwa dunia itu tidak selebar daun kelor, namun pepatah tersebut sudah tidak berlaku. Revolusi dunia informasi membuat dunia ini nir batas. Jarak lintas benua bisa di jangkau dalam sekejap mengabarkan apa yang terjadi dari tempat kita hidup.

Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan yang terjadi ketika masyarakat di suatu wilayah mampu mensikapinya dengan bijak dan menggunakannya dengan positif.  Seperti dilakukan oleh penduduk Dsn Bobung --secara umum ekonomi pedesaan berlandas pada sektor pertanian-- masyarakat tetap menjalankan aktifitas di sektor pertanian dengan mengusahakan sawah atau ladang dengan menjual hasilnya untuk menjadi salah satu sumber pendapatan.  Kenapa demikian? Selain bertani masyarakat Dusun Bobung membuat kerajinan topeng batik.

Pada tahun 2001 Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mencanangkan dusun ini sebagai desa wisata kerajinan topeng dan batik kayu. Desa Wisata Bobung termasuk salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Gunung Kidul. Dengan lokasi berdekatan dengan obyek wisata Gunung Nglanggeran memudahkan wisatawan untuk melakukan kunjungan ke desa wisata ini.

Desa Wisata Bobung memiliki 400 orang pengrajin tergabung dalam 18 UKM yang siap menyambut para pengunjung untuk diajak melihat lebih dekat proses pembuatan kerajian topeng dan batik kayu mulai dari memotong, meraut, menghaluskan serta melukis kayu hingga siap di pasarkan.  

Menururt Bapak Slamet R  salah satu pemilik galeri, pihaknya bisa menyediakan paket wisata  atas permintaan dari wisatawan. Selain itu beliau juga mengatakan bahwa wisatawan tidak perlu khawatir jika ingin menginap di Desa Wisata Bobung karena fasilitas penginapan sudah disediakan.

"Paket wisata yang kami tawarkan kepada wisatawan adalah muatan lokal yang ada di desa kami, mulai dari kuliner, kesenian hingga kehidupan sehari-hari warga kami yang menjalankan dua profesi petani dan pengrajin topeng kayu," ungkap bapak dua putra ini.

Selain itu juga Pak Slamet menceritakan kesadaran para pengrajin memiliki visi usaha berbasiskan pada pelestarian alam.  Para pengrajin diwajibkan untuk melakukan penanaman kembali pohon sengon dan pulen sebagai bahan baku dari kerajinan topeng batik ini.

"Jauh sebelum menjadi desa wisata, pohon Sengon dan Pulen sudah menjadi salah satu  keanekaragaman hayati yang dimilik oleh desa kami. Oleh karena itu para pengrajin diwajibkan untuk melakukan penanaman kembali pohon sengon dan pulen sebagai penghargaan kepada alam yang telah memberi manfaat bagi warga di sini," ungkapnya.

Munculknya ide pembuatan topeng kayu ini bermula dari kebiasaan warga pada musim panen mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan YME dengan menggelar pentas kesenian tari topeng. Kisah yang biasa di pentaskan dalam acara panen raya yaitu tarian Topeng Panji berisi babad Singosari.  Melalui tarian yang tak banyak bergerak ini  Sunan Kalijaga menyampaikan tentang Keesaan Tuhan. Menurut alkisah cerita Panji berasal dari kata siji (satu atau pertama), mapan sing siji (percaya kepada Yang Satu). Jadi bisa dimaklumi mengapa tari Topeng Panji gerakannya begitu halus, persis seperti hubungan kita dengan Tuhan yang berlangsung amat pribadi.

Dari pementasan tersebut munculah ide dari seorang penari mencoba membuat topeng klasik.  Kemudian topeng tersebut dipasarkan ke luar dari Dusun Bobung. Alhasil respon masyarakat menyambut positif. Dari kejadian tersebut kemudian dibentuklah workshop untuk melatih pembuatan topeng kayu klasik dari cerita Ande-ande lumut. Bermula dari situlah cikal bakal kerajinan topeng kayu berkembang di dusun Bobung seperti sekarang ini. (konten: aan ardian/kotajogja.com)





Foto-foto Dusun Bobung