Follow � JOGJA
Login
Lupa Password ?
Tokoh Jogja

Muhammad Thoha - Mr. Crack dari Dusun Prayan Wetan CC Sleman

Tokoh Jogja - Inspirasional


Berkat keahliannya dalam membuat desain pesawat dengan nilai rasio mendekati sempurna BJ Habibie mendapat julukan mister crack dari kedirgantaraan bangsa Jerman. Kejeniusan dan kecerdasannya membuat Bangsa Jerman sempat menawarkan warga kenegaraan kepada beliau. Dengan nasionalismenya yang tinggi beliau menolak dan memilih menjadi WNI dengan segala keterbatasan dan kosekuensinya.

Begitu juga yang dialami Muhammad Thoha dengan segala kekurangan dan keterbatasannya menolak untuk menjadi warga negara yang menyerah dengan keadaan yang tidak menguntungkan. Meski tanpa pendidikan aeromodelling, ia bisa menciptakan karya aeromodelling yang bermanfaat. Tidak hanya itu, Pak Thoha juga amat piawai memanfaatkan barang bekas. Salah satunya pesawat aeromodelling dari gabus, yang ada kameranya.

Sesuai nama yang diberikan orang tuanya, Muhammad Thoha memiliki semangat pantang menyerah dalam berjuang seperti yang telah dilakukan pahlawan Bandung Lautan Api, Mohammad Toha yang berhasil mengusir Militer Belanda dengan segala keterbatasannya keluar dari kota Bandung. Pria mungil ini bukanlah lulusan sarjana teknik, melainkan hanya orang biasa lulusan SMA yang berprofesi sebagai pekerja percetakan dan giat menekuni aeromodelling. Di balik kesederhanaan itu, bukanlah menjadi penghalang bagi dirinya untuk berkarya. Bahkan, karya-karyanya tidak kalah bersaing dengan hasil karya orang yang memang mempelajarinya secara formal.

Dedikasi, ketekunan serta semangat luar biasa dalam mendalami hobi aeromodelling ini, pria berzodiak Libra ini kerap diundang menjadi pembicara dengan topik aeromodelling di depan cifitas akademika Universitas Gadjah Mada. Keterbatasan peralatan yang dimiliki beliau tidak sebanding lurus dengan prestasi yang beliau raih. Pria asli Jawa Timur ini membawa tim mahasiswa  UGM menjadi juara II pada salah satu kategori kompetisi teknologi tepat guna kemahasiswaan se-Indonesia.

Keberhasilannya tidak membuatnya lupa mengajak teman-temannya meraih prestasi di bidang aeromodelling. Bersama komunitasnya Seribu Bintang beliau menciptakan pesawat tanpa awak yang memiliki sistem navigasi dan dilengkapi dengan sistem unmanned aerial vehicle (UAV). Pesawat itu biasa digunakan untuk kepentingan riset, survei, atau pesawat mata-mata militer. Selain itu ia juga membuat water rocket, tricopter, dan sebagainya.

Kisah Pak Thoha didokumentasikan Danang Cahyo Nugroho & Dendi Pratama dalam film berjudul “Habibie dari Selokan Mataram” dan jadi Finalis Eagle Awards Documentary Competition 2010. (konten: aan ardia/kotajogja.com)

Kontak Person:

Muhammad Thoha | Prayan Wetan No, 26 CC Depok Sleman Yogyakarta Indonesia 55283 | 08157940391 |  0274 740 0444 | email: thoha@seribubintang.com