Follow � JOGJA
Login
Lupa Password ?
Tokoh Jogja

Ninda Karissa - Dari Pemalu menjadi Pribadi Percaya DIri

Tokoh Jogja - Enterpreneur Jogja


Nama Ninda Karisa sudah tidak asing lagi bagi dunia public speaking di area nasional terutama untuk kawasan Jateng dan DIY, dimulai dari karirnya sebagai salah satu penyiar radio swasta di Yogyakarta kemudian presenter acara di televisi dan master ceremony di berbagai acara. Berikut adalah perbincangan tim redaksi www.kotajogja.com dengan alumni Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada belum lama ini. Selamat menikmati.

 

 

Kenapa tertarik dengan dunia komunikasi publik?
Dulu saya adalah seorang remaja yang pemalu. bertanya kepada guru atau dosen di kelas pun nggak berani. Apalagi saya pernah mengalami dicemooh atau ditertawakan guru dan teman-teman sekolah karena pertanyaan saya tidak jelas. Hal itu membuat saya semakin tidak berani buka suara. Bertanya saja tidak berani apalagi berpidato atau melakukan presentasi.

Semasa kuliah saya mulai sering mengikuti berbagai seminar dan merasa kagum melihat para pembicara handal dapat menyampaikan isi pikirannya dengan menarik. Saya amati orang yang punya ketrampilan berbicara yang baik ternyata mendapat perhatian yang lebih dalam lingkungan kerja, di kampus, di sekolah maupun dalam pergaulan. Hal ini tentu berpengaruh juga terhadap karir dan kehidupan sosialnya. Sejak itu saya memberanikan diri untuk berbicara dalam berbagai kesempatan, entah bertanya, menyampaikan pendapat, bahkan menjadi Pembawa Acara Wisuda dan acara-acara lainnya. Kesempatan menjadi seorang penyiar radio juga semakin melatih ketrampilan dan kreativitas saya dalam berbicara. Akhirnya saya malah terjun di dunia yang dulu tidak pernah terbayangkan : menjadi penyiar radio, presenter TV, MC, dan trainer.

Apa modal awal selain rasa percaya diri?
Sebetulnya rasa percaya diri itu seiring dengan “jam terbang”. Makin lama saya makin pe-de karena semakin menguasai diri sendiri dan kendala-bicara lainnya. Tapi sejak awal memang saya sadari, kalau saya tidak mengerti tentang suatu topik bahasan maka saya akan susah berbicara tentang hal itu. Tapi kalau saya tahu mengenai topik tertentu, maka saya lebih lancar berbicara. Karenanya saya memaksa diri untuk banyak membaca,banyak mendengar, dan banyak bergaul, karena dari bacaan dan pergaulan itulah saya akan dapatkan ilmu atau wawasan yang luar biasa banyaknya. Dan itu pasti akan membantu kelancaran saya dalam berbicara di berbagai kesempatan.

Seberapa penting kemapuan seseorang dalam komunikasi publik meski bukan pejabat publik atau selebritis?
SEMUA ORANG akan mendapat manfaat yang besar kalau punya ketrampilan berbicara yang baik. Pe-de sekali ya saya mengatakan hal ini…hehehe… Betul kok, sekarang ketrampilan berbicara sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat disepelekan. Pelajar sudah diminta presentasi dalam tugas-tugas sekolahnya, demikian juga para mahasiswa. Begitu masuk dunia kerja akan lebih banyak lagi keharusan berbicara, entah dalam rapat di kantor, meyakinkan calon pembeli, presentasi bisnis dll. Bahkan banyak ibu-ibu rumah tangga mengikuti kursus Public Speaking yang saya selenggarakan karena mereka butuh berbicara di depan umum dengan lancar seiring jabatan suami yang makin tinggi.

Banyak orang merasa kesal dengan dirinya sendiri karena tidak bisa mengekspresikan buah pikirannya sehingga orang lain tidak mengerti bahwa ia punya ide yang cemerlang. Ada juga seorang ibu yang tidak disukai oleh teman-temannya se-organisasi karena cara bicaranya yang bossy. Ketika dia tahu kelemahannya dan mau berubah, maka kehidupan sosialnya pun membaik. Jadi belajar Public Speaking akan sangat bermanfaat bagi banyak kalangan, tidak hanya pejabat dan selebritis saja. Di kelas saya, tidak hanya teknik-teknik berbicara yang dikembangkan, tapi kami juga selalu mendiskusikan tentang etiket pergaulan, karena etiket yang baik akan melengkapi ketrampilan berbicara seseorang.

Mengapa mendirikan lembaga pelatihan Public Speaking?
Saya ingin membantu orang lain mengatasi kesulitan berbicara di depan khalayak. Seperti yang saya sampaikan tadi, saya dulu pemalu sekali. Saya mengalami juga gejala ketakutan berbicara seperti yang dialami banyak orang : gemeteran, keringat dingin, bahkan sebagian orang merasakan sakit perut. Saya paham betul perasaan itu. Untuk itulah saya menjadi trainer/mengajar tentang Public Speaking dan mendirikan FIRST STEP Public Speaking Club & Courses.

Seringkali masalahnya simpel, hanya saja orang tersebut belum menemukannya. Setelah ikut kursus dia tahu kelemahannya maupun kekuatannya, kemudian melesat menjadi sosok yang pe-de berbicara.Tetapi ada juga yang masalahnya cukup kompleks, dan perlu waktu lebih panjang untuk membuatnya nyaman berbicara. Maka saya mendirikan kelas-kecil-efektif yang membuat para peserta bisa optimal dalam berlatih.

Saya selalu tekankan kepada murid atau peserta training saya, bahwa Public Speaking bukan magic atau sulap, melainkan seni dan ketrampilan yang perlu terus-menerus diasah dan dipraktikkan. Begitu banyak buku atau artikel tentang Public Speaking, kita bisa baca dimana saja, namun bila kita tidak melakukan atau tidak praktik bicara, maka kemampuan bicara kita tidak akan bertambah. Seperti seseorang yang ingin bisa berenang, kalau hanya membaca panduannya saja tanpa menceburkan diri ke kolam, dia tidak akan pernah bisa berenang selamanya. Satu dua kali mencebur mungkin belum bisa mengapung, bahkan mungkin agak ketakutan. Namun dengan latihan terus menerus maka semakin mahir dan bisa menikmatinya.

Apa kiat supaya siswa tidak terjebak meng-copy para senior?

Saya selalu percaya tiap orang punya keunikan dalam berbicara. Sudut pandangnya mungkin sama dengan orang yang dia kagumi, tetapi cara penyampaiannya pasti berbeda. Maka selalu saya fasilitasi peserta training untuk mengembangkan kreativitas dan ciri khas mereka masing-masing. Ada yang humoris, ada yang lebih formal, ada yang jago membuat contoh-contoh menarik, ada juga yang sangat cerdas berinteraksi dengan audiens. Saya hanya membantu mereka saja untuk menemukan & mengembangkan kekuatan masing-masing.

Apakah pola komunikasi dalam keluarga berpengaruh pada pembentukan pribadi?

Pasti iya, sadar atau tidak keluarga pasti membentuk seseorang menjadi pribadinya saat ini, termasuk saya. Tidak hanya keluarga namun juga setiap orang yang saya temui pasti memberi kontribusi. Saya tidak merasa hanya satu sosok yang secara spesifik mempengaruhi gaya berpikir saya, karena menurut saya semua orang adalah guru atau tempat belajar. Saya senang belajar apa saja, dan ilmu mengalir tak henti-hentinya dari tiap perjumpaan dengan banyak orang. Pergaulan dengan banyak orang juga “menantang” saya untuk lebih bijak, lebih bisa menempatkan diri dalam berbagai situasi, dan lebih rendah hati. Saya juga belajar untuk tidak “melambung” kalau dipuji, dan tidak “terpuruk” kalau tidak disukai.


BIODATA
Ninda Nindiani adalah seorang trainer, broadcaster dan professional MC yang telah menekuni dunia Public Speaking lebih dari 20 tahun. Aktivitasnya selama ini antara lain : 13 tahun menjadi penyiar radio, 15 tahun lebih menjadi presenter berbagai acara di dua stasiun televisi di Yogyakarta, serta MC berbagai acara lokal, nasional, dan internasional.
 
PENDIDIKAN
Ia menamatkan sekolah dari SD Kristen II Salatiga, SMPN V Yogyakarta, SMAN I Teladan Yogyakarta, dan menyelesaikan  kuliah dari Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada tahun 1991. Aktivitasnya di bidang media (radio dan televisi) sejak masa kuliah mengantarnya mendapatkan beasiswa Chevening Award dari Pemerintah Inggris untuk meneruskan studi S2 di International Broadcast Journalism, University of Central England in Birmingham, Inggris tahun 2002-2003.

AKTIFITAS
Saat ini, selain meneruskan aktivitas sebagai MC dan presenter televisi, ia  menjadi dosen tamu program “Public Speaking” dan “Teknik Presentasi” di beberapa universitas di Yogyakarta. Ia juga dipercaya menjadi trainer pelatihan “Public Speaking”, “Public Relations”, “Media Relations”, dan “Pengembangan Diri” untuk berbagai kalangan seperti anggota DPRD, para istri Kepala Daerah, karyawan BUMN, mahasiswa & pelajar di berbagai kota di Indonesia.

Selain itu ia juga mendirikan “FIRST STEP” Public Speaking Club & Courses di Yogyakarta bagi mereka yang membutuhkan pelatihan Public Speaking yang lebih intensif. Para pesertanya diwadahi dalam club sehingga dapat terus berkomunikasi satu sama lain dan saling memotivasi untuk dapat berbicara lebih baik lagi di berbagai kesempatan.

Kecintaannya pada dunia komunikasi khususnya bidang Public Speaking mempertemukannya dengan program “Grab Your Audience!” dari James Gwee, motivator ternama di Indonesia. Ia  kemudian terpilih menjadi salah satu Certified Trainer program  ini sehingga dipercaya pula menyampaikan program “Grab Your Audience!”  di seluruh Indonesia.

Dua buku telah ditulisnya : “Bisik-bisik Remaja” (terbit: 2004, Penerbit Galang Press) berisi tentang permasalahan remaja seperti kurangnya rasa percaya diri, persahabatan, kekerasan dalam pacaran dsb. Buku kedua berjudul “Sukses Jadi MC : Profesional, Positif, Inspiratif” (terbit: 2011, penerbit: Kanisius), berisi tips-tips menjadi MC/Pembawa Acara yang profesional.

Berbagai jenis acara pernah dibawakannya, baik itu acara resmi seperti : Serah Terima Jabatan Pemimpin Bank Indonesia Yogyakarta, Upacara Peringatan HUT TNI AU, Pisah Sambut Pejabat di lingkungan perbankan, Polri, dan instansi lainnya, maupun berbagai acara semi formal seperti Distributor Gathering PT Sari Husada, Sales Gathering Coca Cola Indonesia, peresmian cabang Bank Permata, Pocari Sweat Conference, peresmian cabang Bank DBSI, Peringatan Hari Perkebunan Nasional, peresmian cabang Bank NISP di berbagai kota, dll. Ia juga banyak membawakan acara santai seperti launching 3G Indosat, pengundian hadiah BCA, pagelaran Sendratari kolosal Mahakarya Borobudur, pagelaran “World Peace Orchestra”, Jogja Java Carnival, Peringatan Hari Kemerdekaan di Freeport-Tembagapura dsb. Aktivitasnya sebagai MC membawanya ke berbagai kota di seluruh Indonesia, bahkan ia juga pernah dipercaya sebagai MC acara “Indonesian Night” di Osaka, Nagoya, dan Kyoto, Jepang. (sumber diolah oleh kotajogja.com)