Follow � JOGJA
Login
Lupa Password ?
Berita kampus

Sultan Dukung Abdul Kahar Mudzakkir dan Ki Bagus Hadikusumo Sebagai Pahlawan Nasional


Sultan Dukung Abdul Kahar Mudzakkir dan Ki Bagus Hadikusumo Sebagai Pahlawan Nasional

Banyaknya pahlawan nasional yang berasal dari Yogyakarta atau diusulkan dari Yogyakarta merupakan sesuatu hal yang wajar, karena pergerakan nasional banyak terjadi di Yogyakarta dan selama 3 (tiga) tahun Yogyakarta menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia. Demikian disampaikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X ketika menerima tim pengajuan pahlawan nasional dari Yogyakarta, yaitu Prof. Abdul Kahar Mudzakkir dan Ki Bagus Hadikusumo, di Kantor Kepatihan Gubernur DIY (14/8). Hadir dalam kesempatan tersebut adalah Rektor UII, Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Ketua Tim Pengajuan Pahlawan Pusat, Dr. H.C. A.M. Fatwa, Anggota Tim, Lukman Hakiem, sekretaris umum PP Muhamadiyah, Dr. Agung Danarto, dan Kepala Dinas Sosial Provinsi DIY Drs.Sulistyo. SH.CN.,M.Si.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah proses pengajuan Prof. Abdul Kahar Mudakkir dan Ki Bagus Hadikusumo sebagai pahlawan nasional. Dalam pertemuan ini, Rektor UII menyampaikan sejumlah perkembangan yang telah dilakukan tim untuk memenuhi persyaratan pengajuan pahlawan nasional. “Tim telah melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait mulai dari tingkat kota hingga provinsi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Sesuai dengan UU. No. 20 Tahun 2009, tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan usulan Prof. Abdul Kahar Mudzakkir dan Ki Bagus Hadikusumo sebagai calon pahlawan nasional telah diajukan tertulis secara hirarki dan berjenjang”. Kata Prof. Edy.

Khusus dalam konteks Prof. Abdul Kahar Mudzakkir, bahwa sejak menjadi mahasiswa di Kairo, Mesir pada 1930-an, Prof. Abdul Kahar Mudzakkir telah banyak berkiprah dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui forum internasional. “Selama proses persiapan kemerdekaan, beliau juga aktif dalam BPUPKI dan Panitia Sembilan, yang menghasilkan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Batang Tubuh serta Penjelasannya. Selepas proklamasi kemerdekaan belian juga terus berkiprah untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengisinya terutama di bidang agama dan pendidikan”. Tambah pria yang kini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI).

Secara umum usulan calon pahlawan nasional harus dilengkapi sejumlah data seperti uraian riwayat hidup dan perjuangan, bukti Tanda Kehormatan yang pernah diperoleh, pandangan atau pendapat orang dan tokoh masyarakat, foto atau gambar dokumentasi yang menjadi perjuangan serta telah diabadikan namanya melalui sarana monumental sehingga dikenal masyarakat. Penelusuran yang dilakukan tim untuk memenuhi berbagai persyaratan ini menunjukkan bahwa Prof. Abdul Kahar Mudzakkir sangat layak diajukan mengingat peranan besar yang beliau telah tunjukkan selama ini.(uii.ac.id)





Berita Kampus Lainnya