Follow � JOGJA
Login
Lupa Password ?
Berita kampus

Pagelaran Tari Sekar Jepun Semarakan Dies Natalis USD ke 57


Pagelaran Tari Sekar Jepun Semarakan Dies Natalis USD ke 57

Kali ini area Panggung Terbuka di Kampus 2 USD dihiasi oleh hiasan-hiasan khas Bali. Terdapat beberapa orang muda mengenakan pakaian adat khas Bali sedang berjaga di meja penerima tamu. Pada hari Jumat (7/12), komunitas tari Sekar Jepun Universitas Sanata Dharma membuat sebuah pagelaran di Panggung Terbuka Kampus 2 USD. Acara yang diselenggarakan tiap tahun ini bertepatan dengan Dies Natalis USD ke-57, dimulai pada pukul 19.00 WIB.

Acara dibuka dengan pementasan tari pendet. Tarian ini memiliki makna dalam penyambutan tamu dan selalu dipentaskan ketika memulai sebuah pertunjukkan. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Dr. G. Budi Subanar, S.J. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa bangga akan usaha Ibu Ni Luh Putu Rosiandani yang menggerakkan dan merintis komunitas tari Bali. Dalam sambutannya beliau mengungkapkan juga terselenggaranya pagelaran tari Bali ini tidak hanya sekedar melestarikan budaya saja, lebih dari itu yaitu menghidupkan kembali budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Dalam pagelaran ini, komunitas tari Sekar Jepun memperingati hari lahirnya yang ke-15. “Terdapat 52 orang penari dan 18 orang penabuh yang turut mengambil bagian dalam pagelaran tari Sekar Jepun tahun ini. Beberapa terdapat wajah baru dari penari”, ungkap Kenan Fabri Hartanto yang berperan sebagai stage manager dalam pertunjukan ini. Komunitas tari Sekar Jepun ini terdiri dari mahasiswa USD, dosen, dan karyawan USD, dan saat ini terdapat beberapa siswa-siswa SD yang turut tergabung dalam komunitas ini. Pagelaran yang diselenggarakan oleh Sekar Jepun kali ini adalah pertunjukan yang ketiga belas kalinya. Untuk pertama kalinya, komunitas Tari Sekar Jepun menyelenggarakan pagelaran tari yang bertajuk “Legong di Kebun Pisang” pada tanggal 11 Desember 1997.  Pada pagelaran Sekar Jepun kali ini, disajikan 10 jenis tarian yang diperagakan untuk menghibur peserta. Kesepuluh tarian tersebut adalah tari Pendet, tari Kupu Tarum, tari Janger Kebyar, tari Cendrawasih, tari Baris, tari Margapati, tari Condong, tari Kebyar Duduk, tari Jauk, dan tari Legong Kuntul.  

“Persiapan kali ini ya seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi untuk persiapan pagelarannya sendiri kurang lebih sekitar 2 bulan. Kemudian harapan saya ke depannya ingin membuat garapan lagi melanjutkan pagelaran Legong Maria dan melibatkan sebanyak mungkin teman-teman mahasiswa USD. Jadi mereka biar merasakan warna yang lain”, kata Ni Luh Putu Rosiandani yang merupakan penari Legong Kuntul sekaligus perintis komunitas Sekar Jepun.

Akhirnya, acara usai pada pukul 22.15 WIB diakhiri dengan pemberian karangan bunga oleh Wakil Rektor III USD Dr. C. Kuntoro Adi S.J kepada Prof. I Wayan Sudana (Dekan Seni Pertunjukan ISI yang turut membantu nguri-nguri komunitas Sekar Jepun), Ni Luh Putu Rosiandani (Penari Legong Kuntul dan penanggungjawab komunitas Sekar Jepun), dan dua orang pelatih tari Sekar Jepun. (usd.ac.id / VIN)





Berita Kampus Lainnya