Follow � JOGJA
Login
Lupa Password ?
Berita Jogja

Berita Utama Kotajogja


Sultan Dilantik, Ribuan PKL Malioboro Pesta Tumpeng


Sultan Dilantik, Ribuan PKL Malioboro Pesta Tumpeng

Menyambut pelantikan Sri Sultan HB X dan Sri Paku Alam IX sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, sekitar 2500 pedagang di sepanjang Malioboro dari 22 paguyuban hari ini libur sehari penuh. Dengan menggelar tikar di sepanjang jalur lambat Malioboro, para pedagang makan nasi tumpeng bersama di delapan titik dari Taman Parkir Abu Bakar Ali hingga kawasan Pasar Beringharjo.

"Ini kami lakukan sebagai bentuk rasa syukur terhadap pelantikan Ngarsa Dalem sekaligus peringatan HUT Kota Yogya ke 256. Sebagai doa semoga diberikan panjang umur, sehat, dapat memerintah dengan baik. Tidak ada motif politik apa-apa," ujar Ketua Lembaga Pemberdayaan Komunitas Kawasan Malioboro, Rudiarto, Rabu (10/10).

Ia menjelaskan, ini adalah Inisiatif yang datang datang dari para pedagang, dengan dana murni swadaya. Para pedagang mengumpulkan dana pribadi lima hingga 10 ribu per orang."Omzet para pedagang rata-rata 500 ribu hingga satu juta per hari dan mereka tidak merasa rugi tutup satu hari," imbuhnya.

Para pedagang menyajikan tumpeng yang bervariasi. Ada yang menyediakan tumpeng nasi kuning, ada juga yang nasi putih. Ada yang memakai ingkung, ada pula yang tidak. Selain adanya tumpeng-tumpeng di jalanan, ada pula pemotongan tumpeng di depan Malioboro Mal. Ini adalah bentuk partisipasi dari pemilik kawasan usaha tersebut.

Meski pedagang libur, pelayanan jasa transportasi di Malioboro tetap berjalan. Bahkan beberapa juru parkir turut memeriahkan dengan mengenakan pakaian adat Jawa lurik. Hal ini membuat suasana kebersamaan dalam nuansa Jawa tampak kental di Malioboro.

Salah satu penjual batik di kawasan Malioboro Bambang Hasto mengaku tidak berkeberatan dirinya tutup satu hari. Pria yang sudah berjualan sejak 1976 ini justru merasa senang karena sultan telah dilantik menjadi gubernur. "Kami berharap Yogya akan selalu aman dan tentram, sultan selaku gubernur dapat memerintah dengan baik," harapnya.(krjogja.com)







Profile Tokoh
Ngatinah - Legenda Gudeg Mercon Jogjakarta

Di usianya yang menginjak 60 tahun, Ngatinah tetap semangat dalam menjalankan bisnisnya yang dia rintis sejak tahun 1992. Wanita kelahiran Boyolali ini layak kita berikan… Selengkapnya