Follow � JOGJA
Login
Lupa Password ?
Berita Jogja

Berita Utama Kotajogja


Diam diam, Pemprov DIY Awasi Harga Daging Sapi


Diam diam, Pemprov DIY Awasi Harga Daging Sapi

Pemerintah Provinsi DIY tetap melakukan pengawasan perkembangan harga penjualan daging sapi untuk mengatasi persaingan harga tak wajar atau kecurangan lain dan akan memberikan sanksi kepada penjagal termasuk pedagang bila menemukan hal itu.

Demikian diungkapkan Asisten Sekretaris Daerah II Provinsi DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, RM Astungkoro di Yogyakarta, Senin (21/1) terkait keputusan paguyuban pegadang sapi 'Segoroyoso' yang menaikan harga daging sapi Rp 8.000 per kilogram. Menurutnya, Pemprov DIY telah melakukan pertemuan dengan petani, asosiasi dan pemotong sebelum menaikkan haga daging sapi di pasaran.

"Meskipun harga naik namun mereka memutuskan tidak akan melakukan demonstrasi," katanya. Penyebab kenaikan harga sapi saat ini tidak serta merta disebabkan 100 persen sapi dikirim ke luar kota, ada banyak faktor penyebab kenaikannya," katanya.

Mantan Kepala Disperindagkop dan UKM ini menjelaskan awalnya harga daging sapi naik dari Rp60 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram akibat minimnya permintaan dan merosotnya harga sapi hidup. Lalu asosiasi meminta permintaan kenaikan harga dari Rp80 ribu menjadi Rp88 ribu per kilogram sehingga banyak faktor melonjaknya komoditas ini.

"Jadi faktor kenaikan harga sapi ini tidak hanya satu, tapi banyak faktor-faktor lain yang pada akhirnya mengkerek harga sapi. Pedagang juga mengeluhkan adanya sapi yang tidak layak disembelih hingga maraknya daging glonggongan. Kondisi ini dikuatirkan terjadi persaingan tak sehat sehingga akan terus mengintensifkan pengawasan," tandasnya.(krjogja.com)







Profile Tokoh
Ngatinah - Legenda Gudeg Mercon Jogjakarta

Di usianya yang menginjak 60 tahun, Ngatinah tetap semangat dalam menjalankan bisnisnya yang dia rintis sejak tahun 1992. Wanita kelahiran Boyolali ini layak kita berikan… Selengkapnya